Lulus
  Create an account
Beranda Anda
Keluar
 
 
 
Bahasa Indonesia

- Beranda
- Sepuluh Teratas
- Topik Baru
- Kirim Berita
- Pencarian
- Bahasa Musyawarah
- Bahasa Anggota
- Ulasan
- Anda Pribadi Pesan
- Survei
- Majalah
- Arsip Cerita
- Isi
- Tautan Web
- Unduhan
- Pertanyaan Sering
- Merekomendasikan Kami
- Ensiklopedi


Random Headlines


Fiqh - Pertanyaan Dan Jawaban
[ Fiqh - Pertanyaan Dan Jawaban ]

·Apa Yang Disunnahkan Bagi Suami Jika Hendak Mendatangi Isterinya?
·Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu, Wajib Mendakwahi Orang
·Perselisihan Rumah Tangga: Mengobati Kedurhakaan Isteri, Mengobati Kedurhakaan S
·Al-Khulu’ (Minta Cerai): Definisi Al-Khulu’ (Minta Cerai), Hukum Khulu’ Dalam Sy
·Penutup - Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah
·Perbedaan Yang Wajib Diimani
·Arti Penting Wanita dalam Kehidupan
·Sifat Shalat Nabi (bagian ke 14): Ruku’ - Tata Cara Ruku’
·Nabi Muhammad Wafat

Who's Online

Saat ini ada, 2 tamu 0 member yang sedang online.

Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis!

Search




Languages




Categories Menu

Blok ini kosong.

Login

Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Big Story of Today

Belum ada berita besar hari ini.

Old Articles

Thursday, November 29
· Al-Khulu’ (Minta Cerai): Definisi Al-Khulu’ (Minta Cerai), Hukum Khulu’ Dalam Sy
· Apa Yang Harus Dilakukan Seorang Da'i
· Memotivasi Para Pemuda Kepada Kebaikan
· Fenomena Tahdzir, Cela-Mencela Sesama Ahlus Sunnah Dan Solusinya
· ‘Iddah: Definisi ‘Iddah - Alwajiz, Nikah, Macam-Macam ‘Iddah, Isteri Yang Ditala
· Berdakwah Kepada Orang Yang Sudah Terkontaminasi Kebudayaan Tertentu
· Penutup - Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah
· Al-Istibra’ (Masa Menunggu Bagi Seorang Wanita Setelah Mengandung), Al-Hadhanah
Friday, June 29
· Proses Dan Perkembangan Janin Di Rahim
· Perbedaan Yang Wajib Diimani
· Bagaimana Darah Haid Terjadi
· Berbahagialah Mengemban Amanah
· Etika Safar
· Ziarah Antar Muslimah
· Mengapa Wanita Harus Berhijab?
· Tidur Dalam Tatanan Sunnah
· Hindarilah Syirik ... Bertauhidlah! (Sebuah pelajaran dari Al Qur’an surat Yusuf
· Waspada, Syirik Di Sekitar Kita
· Jika Wanita Muslimah Berobat Ke Dokter Lelaki?
· Wajibkah Mengulangi Syahadat Di Hadapan Imam?
· Tujuan Ziarah Kubur Dalam Kaca Mata Sufi
Thursday, May 10
· Arti Penting Wanita dalam Kehidupan
· Saat Terjadi Pertikaian
· AsSalam: Makna as-Salam - Buah Mengimani Nama Allah as-Salam
· Buah Keimanan
· Sifat Shalat Nabi (bagian ke 14): Ruku’ - Tata Cara Ruku’
· Hakim yang Adil dan Bijaksana
· Nabi Muhammad Wafat
· Nasehat Untuk Pelaku Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
· Mengingkari Kemungkaran Mendulang Berkah dalam Meneladani Para Rasul

Artikel Lama

Bahasa Indonesia

- Beranda
- Sepuluh Teratas
- Topik Baru
- Kirim Berita
- Pencarian
- Bahasa Musyawarah
- Bahasa Anggota
- Ulasan
- Anda Pribadi Pesan
- Survei
- Majalah
- Arsip Cerita
- Isi
- Tautan Web
- Unduhan
- Pertanyaan Sering
- Merekomendasikan Kami
- Ensiklopedi


Dan Sebahagian Besar Manusia Tidak Akan Beriman, Walaupun Kamu Sangat Mengingink
 
 
Teologi Islam Dan Ajaran Dasar Islam
Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Dan Sebahagian Besar Manusia Tidak Akan Beriman, Walaupun Kamu Sangat Menginginkannya

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Manusia mendapatkan hidayah merupakan hasil dari tersebarnya ilmu syar'i di tengah-tengah manusia. Namun realita menunjukkan, bahwa kebatilan lebih banyak tersebar melalui media massa dan semua sarana informasi serta kurikulum-kurikulum pendidikan. Apa peran para ulama dan dai sehubungan dengan hal ini?



Jawaban:
Realita ini melanda luas di semua masa untuk suatu hikmah yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firmanNya,

"Artinya : Dan sebagian besar manusia tidakakan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya"[Yusuf : 103]

Dan firmanNya,

"Artinya : Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah"[Al-An'am : 116]

Kondisinya berbeda-beda. Di suatu negeri terjadi banyak kebatilan, di negeri lainnya sedikit, di suatu kabilah banyak, di kabilah lainnya sedikit. Tapi secara umum, di seluruh dunia, mayoritas manusia tidak berada di atas jalur petunjuk. Namun ini pun berbeda-beda kondisinya di setiap negara, negeri, desa dan kabilah.

Seharusnya para ahli ilmu bersemangat, jangan sampai para ahli kebatilan lebih bersemangat, bahkan seharusnya mereka lebih bersemangat daripada para ahli kebatilan, untuk menanamkan kebenaran dan menyerukannya di mana saja; di jalanan, di mobil, di pesawat terbang, di pesawat luar angkasa, di rumahnya dan di setiap tempat, hendaknya mereka senantiasa mengingkari kemungkaran dengan cara yang lebih baik dan mengajar dengan cara yang lebih baik, dengan metode yang baik, halus dan lembut. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman,

"Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." [An-Nahl : 125]

Dalam ayat lainnya Allah menyebutkan,

"Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan din dari sekelilingmu" [Ali Imran : 159]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

"Artinya : Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala yang melakukannya”[1]

Dalam sabda lainnya beliau menyebutkan,

"Artinya : Sesungguhnya, tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali ia akan membaguskannya, dan tidaklah (kelembutan) itu tercabut dari sesuatu, kecuali akan memburukkannya."[2]

Para ahli ilmu tidak boleh berdiam diri dan membiarkan pelaku kejahatan, pelaku bid'ah dan orang jahil. Sungguh ini kesalahan besar dan merupakan penyebab tersebarnya keburukan, bid'ah, tertutupinya kebaikan serta sedikit dan tersembunyinya As-Sunnah.

Hendaknya para ahli ilmu berbicara tentang kebenaran dan menyerukannya serta mengingkari kebatilan dan memperingatkannya, hendaknya itu dilakukan berdasarkan ilmu dan hujjah yang nyata, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

"Artinya : Katakanlah, 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." [Yusuf : 108]

Yakni dengan memperhatikan faktor-faktor pencapaian ilmu, yaitu bejalar kepada ahli ilmu, berkonsultasi kepada mereka mengenai kesulitan yang dihadapi, menghadiri halaqah-halaqah keilmuan, memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim dan menghayatinya serta mengkaji hadits-hadits shahih, sehingga bisa bermanfaat dan ilmunya menyebar sebagaimana saat memperolehnya dari para ahlinya yang disertai dengan dalil dan keikhlasan, niat yang baik dan kerendahan hati. Di samping itu hendaknya pula antusias untuk menyebarkan ilmu dengan segala aktifitas dan kekuatan. Jangan sampai kalah semangat oleh para ahli kebatilan dalam menyebarkan kebatilan, dan senantiasa berambisi untuk memberikan manfaat bagi kaum muslimin dalam urusan agama dan dunia mereka.

Itulah tugas para ulama, tua maupun muda, di mana saja. Yaitu, menyebarkan kebenaran disertai dalil-dalil syar'iyah, memotivasi manusia untuk melaksanakannya, mengeluarkan mereka dari kebatilan dan memperingatkannya, hal ini sebagai pelaksa-naan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

"Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa" [Al-Ma'idah : 2]

Dan firmanNya,

"Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." [Al-'Ashr : 1-3]

Demikianlah seharusnya para ahli ilmu, di mana saja mengajak manusia ke jalan Allah, membimbing ke arah kebaikan, loyal terhadap Allah dan menasehati para hambaNya, bersikap lembut dalam menyampaikan apa yang diperintahkan kepada mereka dan apa yang dilarang pada mereka serta dalam segala hal yang diserukan agar seruannya berhasil sehingga semuanya memperoleh keberuntungan dan akibat yang terpuji serta selamat dari reka perdaya musuh-musuh. Wallahul musta 'an.

[Majalah Al-Buhuts, edisi 36, hal. 125, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini dkk. Penerbit Darul Haq]
__________
Foote Note
[1]. HR. Muslim dalam Al-Imarah (1893).
[2]. HR. Muslim dalam Al-Birr wash Shilah (2594).
 
 
 Posted By Dipublikasi pada Sunday, 02 December 2012 oleh MediaIndonesianTeam
 
 
:-: Go Home :-: Go Top :-:
 
 
 
Comments & Debates :-: التعليقات والمحاورات

 
 
For Your Membership Comments And Registered Debates Please, See Below Or Register Here :-: للحصول على تعليقات عضويتك و مناقشات الأعضاء انظر من فضلك أدناه أو سجّل هنا
 
 
:-: Go Home :-: Go Top :-:
 

Link Terkait

· Lebih Banyak Tentang Teologi Islam Dan Ajaran Dasar Islam
· Berita oleh MediaIndonesianTeam


Berita terpopuler tentang Teologi Islam Dan Ajaran Dasar Islam:
Bagaimana Darah Haid Terjadi


Nilai Berita

Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa Sangat Bagus Bagus Biasa Jelek

Opsi


 Versi Cetak Versi Cetak


Associated Topics

Teologi Islam Dan Ajaran Dasar Islam

"Dan Sebahagian Besar Manusia Tidak Akan Beriman, Walaupun Kamu Sangat Mengingink" | Login/Daftar | 0 komentar
Isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengirimnya.

Anda tidak dibolehkan mengirim komentar, silakan daftar di sini
 

 
EsinIslam The Muslim World Portal For Islamics, News, Fatwas, Audios, Videos, Muslim News, Quranic Islamic Articles, Radio, Audio Quran, TV Channels, Fatwa Rulings, Muslim News Newspapers Magazines Headlines Articles Forums Schools, Universities, Colleges, Mosques, Qur'an, Hadith, Sunnah, Fiqh, Prayers, Salat, Fasting Ramadan, Vidoes, Books On EsinIslam.Com And Muxlima.Com

  







:-: Go Home :-: Go Top :-: